Warga Roban Pertanyakan Sikap PDAM, Irigasi Meluap dan Empat Pipa di Lahan Jadi Sorotan

Berita Populer50 Dilihat

SINGKAWANG, POINUPDATE.COM — Persoalan saluran air dan keberadaan jaringan pipa PDAM kembali menjadi sorotan warga di wilayah Roban, Singkawang, Kalimantan Barat. Warga mengaku telah berbulan-bulan hingga bertahun-tahun menunggu penyelesaian atas persoalan yang mereka nilai berdampak terhadap lahan dan aktivitas ekonomi.

Keluhan tersebut berkaitan dengan dua persoalan utama. Pertama, saluran yang disebut warga tidak mampu menampung debit air sehingga menyebabkan air meluap dan menggenangi lahan. Kedua, keberadaan empat pipa PDAM yang disebut melintasi lahan warga dan dipersoalkan karena diduga tidak melalui persetujuan pemilik lahan.

Warga mengaku telah menyampaikan surat tuntutan kepada pihak PDAM Tirta Khatulistiwa. Namun, hingga kini mereka mempertanyakan tindak lanjut dan kejelasan penyelesaian dari pihak terkait.

Warga Pertanyakan Alasan “Menunggu Arahan”

Kekecewaan warga semakin besar setelah muncul informasi bahwa pihak PDAM masih menunggu arahan dari Pemerintah Kota maupun instansi teknis terkait.

Bagi warga, alasan tersebut justru menimbulkan pertanyaan baru. Mereka ingin mengetahui siapa pihak yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan dan memastikan persoalan di lapangan segera ditangani.

“Surat tuntutan sudah kami serahkan. Tapi sampai sekarang belum ada panggilan, kunjungan, maupun kejelasan. Kalau harus menunggu arahan Pemkot, PU atau PUPR, sampai kapan kami harus menunggu?” ujar perwakilan warga.

Warga berharap persoalan tersebut tidak berlarut-larut karena menurut mereka dampaknya terus dirasakan setiap waktu.

Saluran Meluap, Lahan Warga Disebut Terdampak

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah kondisi saluran air di sekitar lahan warga.

Menurut keterangan warga, kapasitas saluran dinilai tidak sebanding dengan debit air yang mengalir. Ketika debit meningkat, terlebih saat hujan deras, air disebut meluap dan masuk ke area lahan.

Warga mengklaim kondisi tersebut menyebabkan lahan mengalami genangan dan mengganggu aktivitas pertanian. Mereka juga mengkhawatirkan terjadinya pengikisan tanah serta kerusakan pada bagian lahan di sekitar saluran.

Dampak terhadap hasil pertanian dan masa tanam juga menjadi perhatian warga.

Namun demikian, klaim mengenai penyebab teknis meluapnya saluran masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lapangan dan kajian teknis dari instansi yang berwenang.

Empat Pipa PDAM Dipersoalkan

Selain persoalan saluran, warga juga mempersoalkan keberadaan empat pipa PDAM yang disebut melintasi lahan mereka.

Warga mempertanyakan status pemasangan pipa tersebut, termasuk apakah telah memperoleh persetujuan pemilik lahan dan bagaimana mekanisme penggunaan lahan apabila jaringan tersebut berada di atas atau melintasi tanah milik masyarakat.

Mereka juga menyebut keberadaan pipa dapat membatasi pemanfaatan lahan, terutama untuk pembangunan maupun pengelolaan lahan secara optimal.

Atas kondisi tersebut, warga meminta adanya penjelasan resmi mengenai dasar pemasangan jaringan pipa serta kepastian penyelesaian apabila keberadaannya terbukti menimbulkan kerugian.

Warga Minta PDAM, Pemkot dan PUPR Turun Bersama

Warga meminta persoalan tersebut tidak diselesaikan hanya melalui komunikasi administratif. Mereka menginginkan seluruh pihak terkait datang langsung ke lokasi dan melakukan verifikasi bersama.

Beberapa tuntutan yang disampaikan warga antara lain:

  • PDAM, Pemkot, PU dan PUPR turun langsung ke lokasi bersama masyarakat.
  • Melakukan pemeriksaan teknis terhadap kapasitas dan kondisi saluran.
  • Memperbaiki saluran apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kapasitasnya tidak memadai.
  • Memeriksa status empat pipa PDAM yang melintasi lahan warga.
  • Menata atau memindahkan jaringan pipa apabila terbukti mengganggu pemanfaatan lahan dan tidak memiliki dasar yang sah.
  • Membahas mekanisme kompensasi atau ganti rugi apabila berdasarkan hasil verifikasi terdapat kerugian yang menjadi tanggung jawab pihak tertentu.

Bukan Sekadar Menunggu Arahan

Warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak keberadaan infrastruktur pelayanan publik. Namun, mereka meminta agar pembangunan dan pengoperasian infrastruktur tetap memperhatikan hak masyarakat serta kondisi lahan yang terdampak.

“Yang kami minta adalah kejelasan dan penyelesaian. Jangan sampai masyarakat terus menunggu sementara kerugian terus berjalan,” kata perwakilan warga.

Persoalan ini juga menjadi ujian bagi koordinasi antara PDAM, Pemerintah Kota dan instansi teknis. Apabila kewenangan memang terbagi, warga berharap koordinasi antarlembaga segera dilakukan sehingga masyarakat tidak menjadi pihak yang harus menanggung dampak akibat persoalan yang belum terselesaikan.

POINUPDATE.COM Buka Ruang Klarifikasi

POINUPDATE.COM menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan pemasangan pipa tanpa izin, kerugian lahan, penurunan nilai tanah maupun penyebab teknis meluapnya saluran merupakan keterangan dan keluhan dari warga yang masih memerlukan verifikasi serta klarifikasi pihak terkait.

POINUPDATE.COM membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi PDAM Tirta Khatulistiwa, Pemerintah Kota Singkawang, Dinas PU/PUPR maupun pihak lain yang berkepentingan.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret. Bukan sekadar saling menunggu arahan, tetapi adanya pemeriksaan lapangan, penjelasan terbuka, dan solusi yang dapat memberikan kepastian bagi warga terdampak.

POINUPDATE.COM akan terus memantau perkembangan persoalan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *