JAKARTA, PoinUpdate.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan “wait and see” di awal Februari 2026. Setelah euforia awal tahun yang didorong oleh ekspektasi kinerja positif korporasi, kini investor di pasar modal cenderung menahan diri, mencermati dua isu utama: arah kebijakan fiskal pemerintah pasca-Rakornas di Sentul dan wacana kontroversial Pilkada melalui DPRD.
Sentimen Positif Terhalang Ketidakpastian
Pada pekan pertama Februari, IHSG bergerak di rentang 7.200 – 7.350, dengan volume transaksi yang sedikit menurun dibandingkan Januari. Analis pasar modal, Mira Rahmawati dari Sekuritas XYZ, menjelaskan bahwa ada sentimen positif dari rilis laporan keuangan Q4 2025 yang sebagian besar di atas ekspektasi, terutama dari sektor perbankan dan telekomunikasi.
“Namun, sentimen positif itu sedikit terhalang oleh ketidakpastian. Investor sedang mencermati bagaimana detail pelaksanaan target pertumbuhan ekonomi 8% akan terealisasi, terutama terkait alokasi anggaran dan defisit fiskal,” kata Mira.
Efek Domino Isu Pilkada DPRD
Isu Pilkada melalui DPRD, yang kini menjadi perdebatan hangat, juga turut memengaruhi keputusan investor. Meskipun ini adalah isu politik, dampaknya bisa merembet ke pasar modal.
“Potensi instabilitas politik atau protes publik yang berkelanjutan akibat kebijakan ini bisa menimbulkan kekhawatiran baru bagi investor asing maupun domestik. Mereka akan melihat sejauh mana stabilitas kebijakan dan kepastian hukum bisa terjaga,” tambah Mira. Investor cenderung menghindari risiko di tengah ketidakpastian politik.
Sektor-sektor yang sensitif terhadap kebijakan pemerintah dan stabilitas politik, seperti infrastruktur dan konsumsi, menjadi perhatian khusus.
Sektor Prospektif: Energi Terbarukan dan Digital
Meskipun “wait and see”, ada beberapa sektor yang masih menarik perhatian investor jangka panjang:
- Energi Terbarukan: Seiring dengan komitmen pemerintah terhadap transisi energi, saham-saham di sektor ini, terutama yang terkait dengan pembangkit listrik tenaga surya dan geotermal, tetap menjadi pilihan.
- Ekonomi Digital: Di luar startup, saham-saham perusahaan teknologi besar dan e-commerce yang sudah mapan dengan valuasi lebih rasional masih prospektif, didorong oleh penetrasi internet dan transaksi digital yang terus meningkat.
- Logistik dan Infrastruktur Pelabuhan: Peningkatan aktivitas perdagangan dan program hilirisasi pemerintah diprediksi akan mendorong pertumbuhan sektor ini.
Antisipasi Selanjutnya
Investor kini menanti detail APBN 2026 yang lebih rinci dan perkembangan RUU Pilkada. Stabilitas politik dan fiskal akan menjadi penentu utama arah IHSG di sisa Kuartal I 2026. Diperlukan komunikasi yang jelas dari pemerintah untuk membangun kembali kepercayaan pasar di tengah dinamika yang ada.
PoinUpdate.com – Cepat, Akurat, Menginspirasi.
