45 Jamaah Arsyila Tour Ikuti Manasik Umroh di Gedung Azzahra Galuh Karawang Barat, Bekal Ilmu Sebelum ke Tanah Suci

Seputar Agama

Karawang Barat — Sebanyak 45 calon jamaah umroh dari Arsyila Tour mengikuti kegiatan manasik umroh yang diselenggarakan di Gedung Azzahra Galuh, Minggu (15 Februari 2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan spiritual dan teknis sebelum para jamaah diberangkatkan menuju Tanah Suci.

Suasana gedung sejak pagi tampak ramai namun tertib. Para jamaah datang bersama keluarga, mengenakan pakaian muslim yang rapi dan sopan. Sebagian membawa buku catatan, sebagian lainnya terlihat antusias berbincang satu sama lain mengenai perjalanan ibadah yang sebentar lagi akan mereka jalani. Manasik ini bukan sekadar formalitas, melainkan sarana pembekalan menyeluruh agar jamaah memahami setiap rukun, wajib, serta sunnah dalam ibadah umroh.

Direktur Arsyila Travel, Gushar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan manasik merupakan fondasi utama agar ibadah umroh dapat dijalankan dengan tenang, khusyuk, dan sesuai tuntunan syariat. Ia menekankan bahwa keberangkatan ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan wisata religi, tetapi perjalanan ibadah yang membutuhkan kesiapan mental, fisik, serta pemahaman ilmu.

Menurut Gushar, banyak jamaah yang memiliki semangat tinggi namun belum tentu memahami detail teknis di lapangan. Oleh karena itu, Arsyila Tour berkomitmen untuk memberikan pembinaan menyeluruh, mulai dari tata cara mengenakan ihram, niat umroh, pelaksanaan thawaf, sa’i, hingga tahallul. Ia juga menjelaskan bahwa manasik ini dirancang interaktif, sehingga jamaah dapat langsung bertanya apabila terdapat hal yang belum dipahami.

“Tujuan utama kami bukan hanya memberangkatkan jamaah sampai ke Tanah Suci, tetapi memastikan mereka mampu menjalankan ibadah dengan benar dan penuh keyakinan. Kami ingin setiap langkah yang mereka lakukan di Makkah dan Madinah dilandasi ilmu, bukan sekadar ikut-ikutan,” ungkapnya di hadapan para peserta.

oplus_0

Lebih lanjut, Gushar menambahkan bahwa pelayanan Arsyila Tour tidak berhenti pada aspek keberangkatan saja. Pihaknya juga menyiapkan pendampingan selama di Arab Saudi, mulai dari tim handling, mutawif, hingga layanan kesehatan. Hal ini dilakukan demi menjaga kenyamanan serta keamanan jamaah selama menjalankan ibadah. Ia berharap seluruh peserta manasik dapat menyerap materi dengan baik dan saling mengingatkan satu sama lain ketika berada di Tanah Suci nanti.

Sementara itu, materi inti manasik disampaikan oleh pembimbing ibadah, KH Abdul Karim, yang dikenal berpengalaman dalam membimbing jamaah umroh dan haji. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya niat yang lurus serta kesabaran selama menjalani rangkaian ibadah. Menurutnya, umroh bukan hanya soal gerakan fisik, melainkan perjalanan hati untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

KH Abdul Karim menjelaskan secara rinci setiap tahapan ibadah umroh. Ia memulai dari penjelasan mengenai miqat, larangan ihram, hingga simulasi thawaf mengelilingi Ka’bah menggunakan miniatur sebagai alat peraga. Para jamaah tampak memperhatikan dengan serius, beberapa bahkan mencatat poin-poin penting agar tidak lupa. Ia juga mengingatkan bahwa kondisi di Tanah Suci sering kali padat dan melelahkan, sehingga jamaah perlu menjaga kesehatan serta memperbanyak doa.

Dalam sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan muncul, mulai dari hal teknis seperti penggunaan sandal saat thawaf, tata cara membawa barang pribadi, hingga persoalan niat bagi jamaah lansia yang memiliki keterbatasan fisik. KH Abdul Karim menjawab satu per satu dengan bahasa yang sederhana namun mudah dipahami. Ia menekankan bahwa Islam memberikan kemudahan, sehingga jamaah tidak perlu merasa takut selama mereka berusaha mengikuti tuntunan sebaik mungkin.

“Yang paling penting adalah memahami esensi ibadahnya. Jangan sampai sibuk memikirkan hal kecil hingga melupakan kekhusyukan. Umroh adalah momen membersihkan hati, memperbanyak istighfar, dan mempererat hubungan dengan Allah,” pesannya.

Selain penyampaian materi, kegiatan manasik juga diisi dengan praktik langsung. Para jamaah dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mensimulasikan prosesi ibadah. Pendamping dari Arsyila Tour membantu mengarahkan gerakan serta meluruskan kesalahan yang mungkin terjadi. Metode praktik ini dinilai efektif karena jamaah tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa dengan alur pelaksanaan di lapangan.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Di sela-sela sesi, panitia menyediakan waktu istirahat serta konsumsi bagi peserta. Interaksi antarjamaah pun semakin akrab, menciptakan rasa kebersamaan sebelum mereka berangkat bersama dalam satu rombongan. Banyak di antara peserta yang mengaku lebih percaya diri setelah mengikuti manasik ini.

Seorang calon jamaah mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapatkan penjelasan yang sangat detail. Ia merasa sebelumnya hanya mengetahui gambaran umum umroh, namun setelah mengikuti manasik, ia menjadi lebih paham urutan serta doa-doa yang harus dibaca. Hal serupa juga dirasakan peserta lainnya yang menilai kegiatan ini sangat membantu, khususnya bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat.

Dengan terselenggaranya manasik ini, Arsyila Tour berharap seluruh jamaah dapat berangkat dengan bekal ilmu yang cukup, kesiapan mental yang matang, serta semangat ibadah yang tinggi. Manasik bukan hanya agenda rutin, tetapi bentuk tanggung jawab penyelenggara dalam memastikan kualitas pelayanan dan keberhasilan ibadah jamaah.

Kegiatan yang berlangsung di Karawang Barat ini menjadi bukti bahwa persiapan sebelum berangkat umroh memiliki peran penting dalam menciptakan perjalanan ibadah yang lancar dan bermakna. Para jamaah pun meninggalkan lokasi dengan wajah penuh harap, membawa doa serta tekad untuk menunaikan ibadah umroh dengan sebaik-baiknya. Dengan pembekalan yang matang, diharapkan setiap langkah mereka di Tanah Suci kelak menjadi amal yang diterima dan membawa pulang keberkahan bagi diri serta keluarga. Jamaah Arsyila Tour Ikuti Manasik Umroh di Gedung Azzahra Galuh Karawang Barat, Bekal Ilmu Sebelum ke Tanah Suci

Karawang Barat — Sebanyak 45 calon jamaah umroh dari Arsyila Tour mengikuti kegiatan manasik umroh yang diselenggarakan di Gedung Azzahra Galuh, Minggu (15 Februari 2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan spiritual dan teknis sebelum para jamaah diberangkatkan menuju Tanah Suci.

Suasana gedung sejak pagi tampak ramai namun tertib. Para jamaah datang bersama keluarga, mengenakan pakaian muslim yang rapi dan sopan. Sebagian membawa buku catatan, sebagian lainnya terlihat antusias berbincang satu sama lain mengenai perjalanan ibadah yang sebentar lagi akan mereka jalani. Manasik ini bukan sekadar formalitas, melainkan sarana pembekalan menyeluruh agar jamaah memahami setiap rukun, wajib, serta sunnah dalam ibadah umroh.

Direktur Arsyila Travel, Gushar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan manasik merupakan fondasi utama agar ibadah umroh dapat dijalankan dengan tenang, khusyuk, dan sesuai tuntunan syariat. Ia menekankan bahwa keberangkatan ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan wisata religi, tetapi perjalanan ibadah yang membutuhkan kesiapan mental, fisik, serta pemahaman ilmu.

Menurut Gushar, banyak jamaah yang memiliki semangat tinggi namun belum tentu memahami detail teknis di lapangan. Oleh karena itu, Arsyila Tour berkomitmen untuk memberikan pembinaan menyeluruh, mulai dari tata cara mengenakan ihram, niat umroh, pelaksanaan thawaf, sa’i, hingga tahallul. Ia juga menjelaskan bahwa manasik ini dirancang interaktif, sehingga jamaah dapat langsung bertanya apabila terdapat hal yang belum dipahami.

“Tujuan utama kami bukan hanya memberangkatkan jamaah sampai ke Tanah Suci, tetapi memastikan mereka mampu menjalankan ibadah dengan benar dan penuh keyakinan. Kami ingin setiap langkah yang mereka lakukan di Makkah dan Madinah dilandasi ilmu, bukan sekadar ikut-ikutan,” ungkapnya di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Gushar menambahkan bahwa pelayanan Arsyila Tour tidak berhenti pada aspek keberangkatan saja. Pihaknya juga menyiapkan pendampingan selama di Arab Saudi, mulai dari tim handling, mutawif, hingga layanan kesehatan. Hal ini dilakukan demi menjaga kenyamanan serta keamanan jamaah selama menjalankan ibadah. Ia berharap seluruh peserta manasik dapat menyerap materi dengan baik dan saling mengingatkan satu sama lain ketika berada di Tanah Suci nanti.

Sementara itu, materi inti manasik disampaikan oleh pembimbing ibadah, KH Abdul Karim, yang dikenal berpengalaman dalam membimbing jamaah umroh dan haji. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya niat yang lurus serta kesabaran selama menjalani rangkaian ibadah. Menurutnya, umroh bukan hanya soal gerakan fisik, melainkan perjalanan hati untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

KH Abdul Karim menjelaskan secara rinci setiap tahapan ibadah umroh. Ia memulai dari penjelasan mengenai miqat, larangan ihram, hingga simulasi thawaf mengelilingi Ka’bah menggunakan miniatur sebagai alat peraga. Para jamaah tampak memperhatikan dengan serius, beberapa bahkan mencatat poin-poin penting agar tidak lupa. Ia juga mengingatkan bahwa kondisi di Tanah Suci sering kali padat dan melelahkan, sehingga jamaah perlu menjaga kesehatan serta memperbanyak doa.

Dalam sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan muncul, mulai dari hal teknis seperti penggunaan sandal saat thawaf, tata cara membawa barang pribadi, hingga persoalan niat bagi jamaah lansia yang memiliki keterbatasan fisik. KH Abdul Karim menjawab satu per satu dengan bahasa yang sederhana namun mudah dipahami. Ia menekankan bahwa Islam memberikan kemudahan, sehingga jamaah tidak perlu merasa takut selama mereka berusaha mengikuti tuntunan sebaik mungkin.

“Yang paling penting adalah memahami esensi ibadahnya. Jangan sampai sibuk memikirkan hal kecil hingga melupakan kekhusyukan. Umroh adalah momen membersihkan hati, memperbanyak istighfar, dan mempererat hubungan dengan Allah,” pesannya.

Selain penyampaian materi, kegiatan manasik juga diisi dengan praktik langsung. Para jamaah dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mensimulasikan prosesi ibadah. Pendamping dari Arsyila Tour membantu mengarahkan gerakan serta meluruskan kesalahan yang mungkin terjadi. Metode praktik ini dinilai efektif karena jamaah tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa dengan alur pelaksanaan di lapangan.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Di sela-sela sesi, panitia menyediakan waktu istirahat serta konsumsi bagi peserta. Interaksi antarjamaah pun semakin akrab, menciptakan rasa kebersamaan sebelum mereka berangkat bersama dalam satu rombongan. Banyak di antara peserta yang mengaku lebih percaya diri setelah mengikuti manasik ini.

Seorang calon jamaah mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapatkan penjelasan yang sangat detail. Ia merasa sebelumnya hanya mengetahui gambaran umum umroh, namun setelah mengikuti manasik, ia menjadi lebih paham urutan serta doa-doa yang harus dibaca. Hal serupa juga dirasakan peserta lainnya yang menilai kegiatan ini sangat membantu, khususnya bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat.

Dengan terselenggaranya manasik ini, Arsyila Tour berharap seluruh jamaah dapat berangkat dengan bekal ilmu yang cukup, kesiapan mental yang matang, serta semangat ibadah yang tinggi. Manasik bukan hanya agenda rutin, tetapi bentuk tanggung jawab penyelenggara dalam memastikan kualitas pelayanan dan keberhasilan ibadah jamaah.

Kegiatan yang berlangsung di Karawang Barat ini menjadi bukti bahwa persiapan sebelum berangkat umroh memiliki peran penting dalam menciptakan perjalanan ibadah yang lancar dan bermakna. Para jamaah pun meninggalkan lokasi dengan wajah penuh harap, membawa doa serta tekad untuk menunaikan ibadah umroh dengan sebaik-baiknya. Dengan pembekalan yang matang, diharapkan setiap langkah mereka di Tanah Suci kelak menjadi amal yang diterima dan membawa pulang keberkahan bagi diri serta keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *