Struktur Jembatan Sementara Rusak Akibat Hujan Deras, Pengoperasian Jembatan Kedep Cileungsi-Cibinong Tertunda

Berita Populer Bisnis

PoinUpdate.com, BOGOR – Rencana pengoperasian Jembatan Sementara Orang (Jembatan Gantung) dalam proyek penggantian Jembatan Kedep di ruas Jalan Raya Cileungsi – Cibinong (Citeureup) KM.JKT 62+440 terpaksa ditunda. Jembatan yang awalnya dijadwalkan berfungsi pada Selasa, 23 Juni 2026, belum bisa dibuka untuk umum demi keselamatan warga.

Pihak manajemen pelaksana proyek menyampaikan bahwa penundaan ini terjadi akibat adanya kerusakan teknis pada struktur pilon (tiang penyangga) utama yang mengarah ke wilayah Kedep.

Faktor Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab

Berdasarkan informasi resmi yang diterima redaksi, wilayah Bogor dan sekitarnya yang diguyur curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu peningkatan debit alir air yang sangat deras di bawah lokasi proyek. Kondisi alam ini mengakibatkan terjadinya penurunan serta penggerusan tanah (abrasi) tepat pada bagian pondasi pilon.

“Karena adanya penurunan tanah di pondasi tiang penyangga, keamanan struktur jembatan gantung belum dapat kami jamin sepenuhnya untuk digunakan oleh masyarakat,” tulis pihak Manajemen Pelaksana Pekerjaan dalam keterangan resminya.

Perlu diketahui, penyediaan jembatan gantung sementara ini merupakan komitmen bersama yang telah disepakati oleh pihak pelaksana proyek dengan masyarakat Desa Nambog (Kecamatan Klapanunggal) dan Desa Tlajung Udik (Kecamatan Gunungputri) agar aktivitas harian warga tidak lumpuh total selama jembatan utama dibangun.

Langkah Cepat Tanggap Manajemen

Pihak manajemen pelaksana juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga dan pengguna jalan atas ketidaknyamanan serta keterlambatan pengoperasian fasilitas penunjang ini.

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim pelaksana di lapangan bergerak cepat dengan mengambil langkah-langkah darurat, di antaranya:

  1. Evaluasi Teknis Menyeluruh: Melakukan audit struktur secara detail pada titik-titik rawan pondasi.
  2. Perbaikan & Penguatan: Segera melakukan rekonstruksi dan memperkuat struktur pondasi serta pilon yang terdampak penggerusan air secepat mungkin.

Pihak kontraktor memastikan akan bekerja semaksimal mungkin agar proses perbaikan berjalan kilat, sehingga jembatan penyeberangan orang tersebut dapat segera diakses warga dengan standar keselamatan yang tinggi. Masyarakat diimbau untuk tetap bersabar dan menggunakan jalur alternatif yang tersedia selama proses penguatan struktur berlangsung. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *