SKANDAL BANSOS DESA SITUSARI: YANG BUTUH TERTINGGAL, YANG MAMPU MASUK!

SITUSARI, CILEUNGSI — POINUAPDATE — Suara keluhan dan tangisan menggema di Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi. Bantuan sosial digulirkan pemerintah untuk meringankan beban warga, namun di lapangan kenyataan berbicara kebalikannya: yang membutuhkan tak tersentuh, yang mampu justru masuk daftar.

Ketua RT dan RW paling tahu siapa yang benar-benar layak menerima. Namun aturan desil yang kaku memaksakan data di atas kenyataan. Pengurus lingkungan paham, tapi tak berani melanggar prosedur.

“Kami tahu betul siapa yang butuh. Tapi saat daftar mengikuti aturan desil, yang seharusnya masuk tereliminasi, yang mampu malah tercantum. Kami tak berani melanggar prosedur,” — ungkap seorang Ketua RW, penuh keberatan namun membisu.

Warga berdesak-desakan penuh harap, lalu pulang dengan tangan kosong. Warga pas-pasan, berpenghasilan di bawah rata-rata, tidak masuk daftar. Sebaliknya, yang punya pekerjaan tetap, kendaraan bermotor, dan penghasilan layak justru lolos — semata karena memenuhi kriteria teknis data yang tidak mencerminkan kenyataan.

Rosa (40 tahun), ibu tiga anak, suami penghasilan tak menentu, berteriak lantang:

“Bertahun-tahun kami hidup susah. Nama kami tak pernah ada. RT/RW tahu keadaan kami, tapi kata mereka aturan desil yang menentukan, bukan kebutuhan kami. Di mana keadilannya?”

⚠️ SISTEM DESIL BUNGKAM KEBENARAN LAPANGAN

RT dan RW adalah garda terdepan yang tahu persis siapa jatuh miskin, siapa kehilangan pekerjaan, siapa hidup dari tangan ke mulut. Namun suara mereka tidak didengar. Sistem desil yang kaku dan datanya sering usang justru menjadi penghalang utama.

“Saya tahu siapa yang berhak. Tapi sistem sudah ditetapkan dari atas. Saya hanya menjalankan, bukan mengubah. Kalau saya masukkan nama di luar daftar, saya yang dimintai pertanggungjawaban,” — akui seorang Ketua RT.

📌 FAKTA DI LAPANGAN:

– ✅ Warga mampu masuk daftar → karena data lama belum diperbarui
– ❌ Warga benar-benar miskin tidak tercatat → tidak masuk sistem
​- ✅ RT/RW tahu ketidakadilan → tapi tidak punya wewenang mengubah
​- ❌ Warga yang berhak berteriak → suaranya tak mengubah daftar
📢 TUNTUTAN WARGA: EVALUASI ATURAN DESIL SEKARANG!

Warga dan pengurus RT-RW bersatu: aturan penentuan penerima bansos harus dievaluasi dan disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan. Jangan biarkan sistem kaku membungkam kebenaran yang diketahui langsung oleh tetangga sendiri.

“Jika kami yang paling tahu keadaan warga tidak boleh menentukan siapa yang butuh, lalu siapa yang lebih tahu dari kami?” — pertanyaan ini menggema di seluruh Desa Situsari.

Apakah aturan desil harus mengalahkan keadilan sosial? Apakah prosedur lebih penting daripada kemanusiaan? Jawabannya ada di tangan pembuat kebijakan. Sementara itu, warga yang benar-benar membutuhkan masih menunggu — berharap bantuan akhirnya sampai ke tangan yang tepat, bukan sekadar ke tangan yang namanya tercatat di data lama.

Laporan: POINUAPDATE
Lokasi: Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi — Kabupaten Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed