YOGYAKARTA – Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon kembali mempertegas eksistensinya sebagai kawah candradimuka atlet berprestasi. Kali ini, dua srikandi silat kebanggaan kampus tersebut berhasil memborong medali dalam ajang bergengsi Paku Bumi Open 14 Championship 2026 yang digelar di Yogyakarta, Minggu (5/4/2026).
Dalam turnamen berskala nasional yang diikuti oleh ribuan pesilat dari berbagai penjuru tanah air ini, kontingen UGJ yang turun di kategori Tanding Dewasa sukses membawa pulang predikat juara. Rahayu Febriani tampil impresif dengan menyabet Juara 1 (Medali Emas), sementara rekannya, Nida Fadilah, berhasil meraih Juara 2 (Medali Perak).
Dominasi di Gelanggang Dewasa
Persaingan di kategori Tanding Dewasa dikenal sangat ketat karena mempertemukan pesilat-pesilat dengan teknik tinggi dan ketahanan fisik yang prima. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan mental duo kontingen UGJ ini.
Rahayu Febriani, yang bertanding di kelasnya, menunjukkan dominasi sejak babak penyisihan. Dengan kombinasi tendangan sabit dan bantingan yang presisi, ia berhasil menumbangkan lawan-lawannya hingga berdiri di podium tertinggi. Di sisi lain, Nida Fadilah juga memberikan performa yang luar biasa. Meski harus puas di posisi kedua setelah laga final yang sengit, pencapaiannya meraih perak menjadi bukti kualitas pembinaan atlet di lingkungan UGJ.
Tangan Dingin Pelatih Andito
Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari peran penting sang pelatih, Andito. Di bawah arahannya, para atlet menjalani program latihan intensif yang tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga kematangan strategi dan mental bertanding.
“Kami datang ke Yogyakarta dengan persiapan yang matang. Anak-anak tampil dengan disiplin tinggi dan mampu mengaplikasikan strategi di lapangan dengan sangat baik. Saya sangat bangga dengan kerja keras Rahayu dan Nida. Ini adalah hasil dari tetesan keringat mereka selama latihan di Cirebon,” ujar Pelatih Andito saat ditemui usai upacara penyerahan medali.
Andito menambahkan bahwa ajang Paku Bumi Open 14 merupakan tolok ukur penting bagi para atlet untuk melihat sejauh mana perkembangan teknik mereka di level nasional. Kemenangan ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi atlet-atlet lain di Cirebon, khususnya di lingkungan kampus UGJ.
Kebanggaan Bagi UGJ dan Kota Cirebon
Kabar kemenangan ini disambut hangat oleh civitas akademika Universitas Swadaya Gunung Jati. Pihak universitas menyatakan bahwa prestasi yang diraih Rahayu dan Nida adalah bukti nyata bahwa mahasiswa UGJ mampu bersaing dan berprestasi di kancah nasional, sekaligus mengharumkan nama baik Kota Cirebon.
Paku Bumi Open sendiri merupakan salah satu kejuaraan pencak silat paling bergengsi di Indonesia yang rutin diselenggarakan untuk melestarikan budaya bangsa sekaligus menjaring bibit-bibit atlet berprestasi. Dengan raihan emas dan perak ini, UGJ Cirebon semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan yang sangat mendukung pengembangan bakat olahraga mahasiswanya.
Detail Kemenangan Kontingen UGJ:
| Nama Atlet | Kategori | Prestasi |
| Rahayu Febriani | Tanding Dewasa | Juara 1 (Medali Emas) |
| Nida Fadilah | Tanding Dewasa | Juara 2 (Medali Perak) |
| Pelatih | Pencak Silat | Andito |
Dengan berakhirnya gelaran Paku Bumi Open 14, tim pencak silat UGJ berencana untuk langsung kembali ke Cirebon dan melakukan evaluasi guna menghadapi turnamen-turnamen berikutnya di tahun 2026. Selamat untuk Rahayu, Nida, dan Coach Andito!
