Warga Roban Keluhkan Saluran Irigasi Meluap dan Empat Pipa PDAM, Minta Pemerintah Segera Turun Tangan

SINGKAWANG, POINUPDATE.COM — Sejumlah warga di wilayah Roban, Singkawang, Kalimantan Barat, mengeluhkan persoalan yang disebut telah berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Keluhan tersebut berkaitan dengan saluran irigasi yang dinilai tidak mampu menampung debit air serta keberadaan empat pipa PDAM yang melintasi lahan warga.

Warga mengaku telah menyampaikan surat tuntutan secara resmi kepada pihak terkait. Namun, hingga kini mereka menyebut belum memperoleh penyelesaian yang dianggap konkret.

Menurut keterangan warga dan hasil pantauan lapangan yang disampaikan kepada POINUPDATE.COM, persoalan tersebut setidaknya menyangkut dua hal utama, yakni kondisi saluran yang kerap meluap dan keberadaan pipa PDAM di atas atau melintasi lahan milik warga.

Saluran Meluap, Lahan Warga Tergenang

Warga menilai kapasitas saluran yang tersedia tidak sebanding dengan debit air yang mengalir. Kondisi tersebut semakin dikhawatirkan ketika hujan deras terjadi.

Air yang meluap disebut menyebabkan sejumlah lahan mengalami genangan. Warga mengklaim kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas pertanian, termasuk berkurangnya masa tanam dan potensi hasil panen.

Selain genangan, warga juga mengkhawatirkan terjadinya pengikisan tanah serta kerusakan pada bagian lahan yang berada di sekitar saluran.

Mereka meminta adanya pemeriksaan teknis secara langsung untuk memastikan apakah kapasitas saluran sudah sesuai dengan debit air yang harus ditampung.

Empat Pipa PDAM Dipersoalkan Warga

Persoalan lain yang menjadi perhatian warga adalah keberadaan empat pipa PDAM yang disebut melintasi lahan mereka.

Warga mempertanyakan dasar pemasangan pipa tersebut, termasuk persoalan perizinan, persetujuan pemilik lahan, serta mekanisme kompensasi apabila keberadaan infrastruktur tersebut menimbulkan kerugian.

Menurut warga, keberadaan pipa juga berpengaruh terhadap pemanfaatan lahan. Mereka menyebut terdapat keterbatasan dalam mengembangkan atau membangun lahan sehingga dikhawatirkan berdampak terhadap nilai ekonominya.

Namun, seluruh klaim tersebut masih perlu diverifikasi dan diklarifikasi secara terbuka oleh pihak-pihak terkait.

Warga Pertanyakan Alasan Menunggu Arahan

Warga juga mempertanyakan respons PDAM Tirta Khatulistiwa atas surat tuntutan yang telah disampaikan.

Berdasarkan keterangan yang diterima POINUPDATE.COM, pihak PDAM disebut masih menunggu arahan dari Pemerintah Kota Singkawang maupun Dinas PUPR sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan sampai kapan persoalan di lapangan harus menunggu penyelesaian.

“Surat tuntutan sudah kami serahkan. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Kalau harus menunggu arahan, kami ingin tahu sampai kapan harus menunggu,” ujar perwakilan warga.

Warga berharap persoalan tersebut tidak berujung pada saling lempar tanggung jawab antarlembaga.

Minta PDAM, Pemkot dan PUPR Turun Bersama

Warga meminta Pemerintah Kota Singkawang, Dinas PUPR dan PDAM Tirta Khatulistiwa melakukan pengecekan langsung ke lokasi bersama masyarakat.

Mereka mengusulkan beberapa langkah, antara lain:

  • Melakukan verifikasi kondisi saluran irigasi dan kapasitas debit air secara terbuka.
  • Memperbaiki atau menyesuaikan saluran apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kapasitasnya tidak memadai.
  • Memeriksa status dan dasar pemasangan empat pipa yang melintasi lahan warga.
  • Mencari solusi penataan atau pemindahan pipa apabila terbukti mengganggu pemanfaatan lahan.
  • Membahas secara terbuka kemungkinan kompensasi apabila berdasarkan hasil verifikasi terdapat kerugian yang menjadi tanggung jawab pihak tertentu.

Menunggu Klarifikasi Pihak Terkait

Sejumlah pejabat dan instansi yang disebut warga berkaitan dengan persoalan ini antara lain Pemerintah Kota Singkawang, Dinas PUPR Singkawang dan PDAM Tirta Khatulistiwa.

POINUPDATE.COM berupaya menempatkan persoalan ini secara berimbang. Tuduhan mengenai pemasangan pipa tanpa izin, kerugian warga, maupun dugaan kelalaian masih merupakan keterangan dari pihak warga dan perlu mendapatkan klarifikasi serta verifikasi dari pihak yang dituding.

Hingga artikel ini disusun, warga masih berharap adanya pertemuan langsung yang mempertemukan masyarakat dengan pihak PDAM, Pemkot Singkawang dan Dinas PUPR.

Bagi warga, yang paling dibutuhkan saat ini bukan sekadar penjelasan, melainkan kepastian mengenai status persoalan, langkah penyelesaian, serta perlindungan terhadap lahan dan mata pencaharian mereka.

POINUPDATE.COM akan terus memantau perkembangan persoalan tersebut dan memberikan ruang bagi pihak-pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi maupun hak jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed