BOGOR — Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor turun langsung ke ruas Jalan Raya Narogong–Klapanunggal–Gunung Putri pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Penertiban ini menyasar kendaraan bermuatan berlebih (overload) dan ukuran yang melebihi batas (overdimension).
Fakta di Lapangan
Di titik yang sering dilintasi kendaraan berat ini, petugas menghentikan truk-truk besar di pinggir jalan untuk memberikan teguran lisan secara tegas. Petugas menekankan bahwa pelanggaran muatan bukan sekadar masalah administratif, melainkan dapat merusak fasilitas publik serta membahayakan nyawa pengguna jalan lain.
Alasan Ketegasan Petugas
Langkah tegas ini diambil menyusul banyaknya keluhan dari warga sekitar wilayah Narogong, Klapanunggal, hingga Gunung Putri terkait beberapa permasalahan utama:
-
Infrastruktur Cepat Rusak: Beban overload menghancurkan aspal yang baru diperbaiki, memicu munculnya lubang dan jalan bergelombang dalam waktu singkat.
-
Ancaman Keselamatan: Ukuran kendaraan yang melampaui ketentuan mempersempit ruang jalan, menghalangi pandangan, serta menyulitkan kendali hingga rawan memotong jalur pengendara lain.
-
Pemicu Kemacetan Parah: Pergerakan truk yang lambat akibat beban berat menutup sebagian besar badan jalan, menyebabkan kemacetan berjam-jam setiap hari.
-
Risiko Kerusakan Permanen: Beban berlebih berpotensi merusak konstruksi jembatan dan tembok penahan tanah secara jangka panjang.
Teguran dari Petugas
“Jalan ini punya batas kemampuan. Kalau dipaksa menahan beban berlebih setiap hari, berapa lama lagi jalan ini bisa bertahan? Kerugiannya ditanggung seluruh warga, keuntungannya hanya segelintir pihak. Kurangi muatan sesuai ketentuan — kalau tidak, kami tidak akan ragu mengambil langkah selanjutnya,” tegas salah satu petugas Dishub di lokasi.
Apresiasi dan Harapan Warga
Warga setempat mengapresiasi tindakan langsung dari Dishub, tetapi menekankan pentingnya pengawasan yang konsisten dan pembentukan pos pengawalan tetap di titik Narogong.
“Terima kasih sudah menegur mereka. Tapi tolong, jangan cuma hari ini. Besok lusa mereka kembali lagi seperti biasa kalau tidak ada yang mengawasi. Tegas terus, demi jalan kita dan demi keselamatan kita semua,” ungkap salah seorang warga setempat.
Teguran lisan ini menjadi langkah awal yang baik. Namun, ketertiban lalu lintas dan keselamatan masyarakat tetap membutuhkan penindakan rutin serta sanksi tegas bagi para pelanggar yang membandel.












