IRIGASI MELUAP RUSAK LAHAN, 4 PIPA TANPA IZIN ANJLOKKAN HARGA TANAH! HAK WARGA DIABAIKAN SEPERTI TAK BERHARGA!
SINGKAWANG — POINUAPDATE — Kerugian terus membengkak, penderitaan tak kunjung usai. Berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun warga menuntut keadilan, namun PDAM Tirta Khatulistiwa justru bungkam seribu bahasa. Alasan “menunggu arahan Pemkot dan PUPR” bukan jawaban — itu pelarian murahan! Semua pihak saling lempar tanggung jawab, sementara lahan rusak, mata pencaharian terancam, dan nilai tanah jatuh bebas.
📌 SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB?
– Walikota Singkawang: TJHAI CHUI MIE, S.E., M.H.
– Kepala Dinas PUPR Singkawang: Ardiansyah, ST, M.T
– Direktur Utama PDAM Tirta Khatulistiwa: ABDULLAH
Lokasi: Wilayah Roban, Singkawang — Kalimantan Barat
Sumber: Keluhan Resmi Warga & Pantauan Lapangan
⚠️ ALASAN “TUNGGU ARAHAN” = MENGABAIKAN HAK WARGA SECARA TERANCANG!
Surat tuntutan sudah diserahkan. Tak ada jawaban, tak ada kunjungan, tak ada perbaikan. PDAM mengaku menunggu arahan — lalu sampai kapan warga harus menanggung kerugian? Apakah hak hidup petani dan masa depan keluarga dianggap tak berharga? Diamnya para pejabat ini adalah bentuk kelalaian yang mencederai keadilan!
🔥 DUA KERUSAKAN FATAL YANG DIKUNCI MATA:
1. SALURAN IRIGASI SALAH DESAIN — MELUAP, LAHAN MATI, PANEN HILANG!
Saluran dibangun terlalu kecil, tak sanggup menampung debit air limbah PDAM. Tiap hujan, air meluap tak terkendali — lahan tergenang, tanah subur terkikis, tebing longsor, tak bisa ditanami. Hasil panen hilang, mata pencaharian terancam. PDAM lempar ke PUPR, PUPR kembali ke PDAM — warga yang menderita!
2. 4 PIPA TANPA IZIN — TANAH TAK BISA DIPAKAI, HARGA ANJLOK DRAMATIS!
Empat pipa utama dipasang sembarangan melintasi lahan warga — tanpa izin, tanpa persetujuan, tanpa sepeser pun kompensasi! Akibatnya: tanah tak bisa dibangun, tak bisa diolah, nilai jual anjlok tajam. Aset warga dirusak, ekonomi dirugikan — tak satu pun instansi mau mengakuinya!
🗣️ “JANGAN MAIN LEMPAR TANGGUNG JAWAB! KAMI TAK BUTUH ALASAN, KAMI BUTUH TINDAKAN!”
“Surat sudah kami kirim. Tak ada panggilan, tak ada solusi. Katanya tunggu arahan — lalu sampai kapan? Apakah kerugian kami, lahan rusak, tanah yang harganya jatuh, masa depan keluarga kami dianggap tak ada harganya? Berhenti saling lempar! Tanggung jawab harus dijalankan sekarang!”
— Tegas perwakilan warga
⚖️ TUNTUTAN TEGAS — TANPA ALASAN, TANPA TUNDA!
✅ PDAM, PEMKOT, PUPR — TURUN BERSAMA KE LOKASI SEKARANG! Verifikasi terbuka bersama warga, hentikan permainan saling tuding!
✅ Perbaiki saluran irigasi sesuai kapasitas debit — pastikan tak lagi meluap dan merusak lahan warga!
✅ Pindahkan atau tata ulang 4 pipa ilegal yang melanggar hak guna lahan warga!
✅ Bayar ganti rugi penuh! Kerugian ekonomi, penurunan nilai tanah, masa tanam yang hilang — semua wajib diganti!
📢 RAKYAT TIDAK BUTUH ALASAN “TUNGGU ARAHAN” — RAKYAT BUTUH TINDAKAN NYATA!
PDAM Tirta Khatulistiwa, Pemkot Singkawang, Dinas PUPR — JANGAN LARI, JANGAN BUNGKAM! TANGGUNG JAWAB ADALAH KEWAJIBAN, BUKAN PILIHAN!
POINUAPDATE akan terus memantau, menagih janji, dan menuntut pertanggungjawaban sampai tuntas!







